Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juli 2012

Ramadhan Penuh Warna




Cahaya mentari begitu hangat
Menyentuhku membelai dengan lembut
Hening, bersimpuhku di hadapMu
Kesempatan ini tak kan ku sia-siakan
Ramadhan aku kan berusaha hingga akhir
          Tidak hanya mata yang berpuasa
          Tapi mata hati yang harus kuperbaiki
          Setiap senyum dibalas penuh makna
          Hal kecil menjadi luar biasa
          Mendapat pahala yang tiada tara
Syukurku panjatkan dari relung hati terdalam
Ramadhan penuh berkah
Ramadhan penuh warna
Semua terlihat indah nan cantik
Bulan seribu bulan akhirnya datang juga
Bintang tersenyum hingga sang rembulanpun cemburu
Bunga bermekaran menyambut bulan suci penuh makna


Minggu, 19 Juni 2011

Nyawaku, Pendidikanmu

“Bisa tukar recehan, Mas?”, tanya seorang lelaki tua pada pelayan toko. “Bisa Pak”, jawab pelayan toko singkat.

Siang itu cuaca sangat panas. Matahari bergembira dengan harinya. Jalan raya nampak ramai dipenuhi mobil dan motor, juga dengan kebisingan yang dibuatnya. Lelaki tua itu mulai mengeluarkan satu per-satu koin yang ada dalam tas usang yang dibawanya. Sambil mengusap keringat yang membanjiri dahinya, dia menikmati beberapa menit itu untuk sedikit menghirup nafas.

Selasa, 14 Juni 2011

Setetes Darah yang Kini Tak Bermakna

Tetesan darah yang dulu mengucur deras
Sederas hujan di langit Batavia
Kini tiada lagi bermakna
Hilang entah kemana, aku tak tahu
Mungkin sudah lenyap dimakan abad

Tetesan darahmu yang berharga wahai pemuda pejuang
Yang engkau keluarkan di tanah perjuangan
Tak peduli lagi berapa banyak darah yang akan menetes
Engkaupun terus maju dengan sakit yang menyelimuti tubuhmu

Senin, 02 Mei 2011

Kehidupan


Di suatu daerah hiduplah satu keluarga sederhana yang terdiri dari, ayah, ibu dan kedua anaknya (1 perempuan, 1 laki-laki). Kehidupan ini diawali pada tahun 1990, mereka menikah dengan biaya sendiri. kehidupan mereka sangat sederhana, suaminya seorang sopir dan istrinya seorang karyawan sebuah sekolah swasta. Dalam jangka waktu yang tidak lama,

Minggu, 10 April 2011

Sayap Kecilku

Rumah itu setengah menjingga. Kala senja tak punya banyak waktu, dan para muadzin sudah siap untuk konsernya. Mulai terasa dingin dan bayangku kian mendekat.
“Aku pulang”
“Kakak sudah pulang! Bawa oleh-oleh apa, Kak?