Selasa, 10 Juni 2014

Kegiatan HIMA DILOGI




BANGUN RELASI DI MAKRAB JMSJ
  




Dengan latar belakang yang sama, individu  akan membentuk suatu kelompok untuk mencapai tujuannya. Hal itu dilakukan juga oleh mahasiswa sosiologi se Jawa yang mendirikan organisasi bernama JMSJ (Jaringan Sosiologi se Jawa). Yogyakarta sebagai Korwil III terdapat  4 kampus yang masuk dalam JMSJ yaitu UNY, UGM, Atmajaya, dan Uin Sunan Kalijaga.

Dengan agenda yang diadakan setiap tahun oleh JMSJ, tanggal 22-23 Maret 2014 lalu JMSJ mengadakan Makrab di Joglo Parangtritis Bantul. Selain sebagai agenda tahunan Makrab tersebut dijadikan acara untuk merekatkan kekeluargaan antar kampus yang masuk dalam JMSJ. Selain itu juga saling mengakrabkan diri terlebih untuk mahasiswa 2013.

Sosiologi UNY sendiri terdapat ±10 orang yang mengikuti kegiatan ini. Antusiasme pesertapun sangat baik dengan diikutinya sekitar 60 peserta dari keempat universitas tersebut. “Mereka sangat aktif mengikuti diskusi dan outbond Makrab “, ungkap Aan selaku Sie Acara Makrab JMSJ. Makrab JMSJ kemarin juga membahas memgenai persiapan untuk MUBES (Musyawarah Besar) yang akan diadakan pada Bulan Mei 2014 di Surabaya.


Tak ada gading yang tak retak, pepatah itu juga berlaku untuk acara ini. Sehingga evaluasi dari acara Makrab JMSJ lalu lebih menyesuaikan jadwal dari ke empat  universitas yang mengikuti Makrab lalu serta meningkatkan jumlah peserta makrab.

Dengan terlaksananya Makrab JMSJ maka output yang diharapkan agar semakin intensifnya anak-anak JMSJ untuk seminggu sekali bertemu dan berdiskusi mengenai perkembangan kampus dan isu-isu yang sedang hangat dibicarakan.


Untuk itu banyak harapan dari para pengurus JMSJ agar JMSJ bisa menjadi sebuah lahan diskusi wacana sosiologi antar kampus dan memiliki satu karya jurnal dari teman-teman JMSJ. “Semoga jaringan ini leboh kuat lagi dan memiliki manfaat untuk teman-teman sosiologi di Jogja”, ungkap Fahmi Ketua Pelaksana Mkarab JMSJ. (Furi)

Sabtu, 31 Mei 2014

Pemenang Lomba Fotografi Pendidikan Sosiologi UNY

Panitia Lomba Fotografi Pendidikan Sosiologi UNY dengan tema "Sugeng Enjang Kawula Jogja" mengumumkan pemenang sebagai berikut: 

Juara 1 diraih oleh Oktavianus Randrastya Subana dengan judul Karya "Merapi"

Doc : Oktavianus Randrastya Subana


Juara 2 diraih oleh Nur Seto Aji dengan Judul karya "Stay Selo"

Doc: Nur Seto Aji


Hadiah dapat diambil pada Senin 9 Juni 2014 pada pukul 15.00 WIB di Sekretariat HIMA DILOGI UNY PKM Lt 2, sedangkan sertifikat dapat diambil pada 13 Juni 2014 mulai pukul 15.00 WIB. Info lebih lanjut hubungi panitia. CP: 081904218518 (Anwar)

Ttd panitia




Kamis, 01 Mei 2014

Syarat dan Ketentuan Lomba Fotografi Pendidikan Sosiologi UNY

Syarat dan Ketentuan Lomba Fotografi 
“Sugeng Enjing Kawula Jogja (Selamat Pagi Warga Jogja)"

1.  Peserta merupakan mahasiswa dan umum dalam lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta
2. Foto merupakan hasil karya sendiri dan belum pernah diikutsertakan lomba.
3. Kamera yang digunakan adalah kamera digital, pocket, prosummer, mirrorless, DSLR.
4. Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (Brightnes, level, contras, croping) tanpa mengubah keaslian karya.
5. Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 3 buah karya foto dalam format digital (JPEG) dan hardfile berukuran 10R yang dimasukan dalam amplop 
6. Setiap peserta dapat menyerahkan foto berwarna atau hitam putih dan merupakan hasil karya sendiri.
7. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.
8. Panitia berhak menggugurkan peserta yang terbukti mengirimkan karya bukan milik sendiri.
9. Foto yang dilombakan tidak  mengandung unsur provokatif, pornografi dan SARA. Panitia berhak untuk mendiskualifikasikan karya yang dianggap mengandung unsur-unsur tersebut.
10. Panitia tidak bertanggung jawab terhadap adanya tuntutan pihak lain atas penggunaan fasilitas, lokasi, model release, dan obyek lainnya dalam foto yang dilombakan.
11. Foto-foto yang telah diikutsertakan dalam lomba, menjadi hak panitia untuk kepentingan publikasi.
12. Pengumpulan karya dilakukan pada tanggal  1-20 Mei 2014. Maksimal pengumpulan karya pada tanggal 20 Mei 2014 pada pukul 21.00 WIB, dengan menyerahkan file foto ke sekretariat Pendidikan Sosiologi di PKM FIS UNY Lantai 2.
13. Pengumuman pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 23 Mei 2014 pukul 21.00 WIB via email masing-masing peserta. Penyerahan hadiah akan diberikan pada malam puncak HUT HIMA DILOGI pada 24 Mei 2014 di Taman Pancasila FIS UNY.
14.  Setiap foto yang dikumpulkan diberi kertas yang bertuliskan identitas dengan format: 
       a. nama peserta
       b. Judul karya
       c. instansi
       d. email 
       e. nomor telepon 
15. Pengambilan hadiah tidak dapat diwakilkan oleh siapapun. Apabila pemenang tidak mengambil hadiah dalam kurun waktu 2x24jam maka hadiah akan hangus dan menjadi hak panitia.
16. Keputusan juri mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
17. Dengan mengetahui  semua ketentuan dan persyaratan lomba diatas peserta dianggap menyetujui segala ketentuan yang telah ditetapkan panita penyelenggara.
18.  Kriteria penilaian:
a. Kesesuaian tema
b. Mutu Teknis
c. Estetika
d.Tingkat kesulitan 

19. Info lebih lanjut hubungi:
Citra   : 083834277096
Anwar: 081904218518

Rabu, 22 Januari 2014

Wajah Politik Kampus Jelang Pemilwa


 


doc.yusufnesia.blogspot.com


Oleh : Yusuf Damar Nugroho

      Atmosfer politik kampus tampaknya semakin menguat jelang Pemilwa (Pemilihan Mahasiswa) di FIS UNY. Geliat dan polah  para calon kandidat maupun tim sukses (baca:simpatisan) masing-masing jagoan nya menjadi potret yang klasik dalam meng kampanyekan dirinya masing-masing jelang Pemilwa. Spanduk, banner, pamflet, media sosial sepertinya masih menjadi sarana andalan untuk mengenalkan dan mensosialisasikan visi-misi para calon kandidat, baik itu di HIMA, BEM maupun DPM. Calon kandidat yang lolos verifikasi berhak mengkampanyekan dirinya masing-masing selama masa yang ditentukan oleh KPU. Bergaining posisition, propaganda dan isu politik tak ikut ketiggalan mewarnai hajatan demokrasi di kampus pergerakan ini.
     Berbagai komentar pun muncul dari para mahasiswa FIS UNY terkait dengan adanya Pemilwa ini. “Kalau saya lihat uforia dan partisipasi dari mahasiswanya sendiri hampir sama dengan tahun kemarin, tapi kalau dari para kandidat apa yang mereka kampanyekan mulai bervariasi dan bisa menyentuh ranah intelektual, seperti ingin menghidupkan lab, perpustakan dan sarana-sarana lainya, jadi tidak hanya bicara politik saja tapi bagaimana pendidikan itu perlu dijadikan progam untuk menumbuhkan iklim aktif bagi mahasiswa” Ujar Taufik Nur Hidayat salah satu mahasiswa Pendidikan Sosiologi 2010. Taufik juga mengatakan yang namanya Pemilwa, pentas politik dan demokrasi pasti minim yang namanya kenetralan, keberpihakan seseorang itu perlu terhadap salah satu calon kandidat, hal itu bisa menambah daya persaingan, dalam politik itu memang etis, namun dalam aturan Pemilwa sendiri harusnya tidak di benarkan, seperti dukungan secara terang-terangan di khalayak publik oleh orang-orang yang seharusnya netral di depan umum. Karena  menurut saya itu bukan hal yang lumrah karena sudah ada peraturan Pemilwa, lebih baik dukungan secara moral dan tidak ditampilkan di media.
       Muhammad Harjuna Kapilasmara, mahasiswa Pendidikan Sejarah 2013, mengatakan bahwa dirinya sangat semangat menjadi tim sukses dari salah satu pasangan calon kandidat, tapi dalam sosialisasi KPU sendiri dirasa masih kurang menyentuh kepada mahasiswa FIS itu sendiri. “Saya juga berharap di tahun-tahun mendatang mahasiswa harus memberikan suaranya dalam Pemilwa  dan tidak menjadi mahasiswa yang terlalu apatis. Dirinya juga menambahkan sosialisasi Pemilwa memang perlu melibatkan Dekan maupun para dosen sebagai role modeldi dalam fakultas” tandasnya.
          Sementara itu Pranata Sihombing mahasiswa Pendidikan Geografi 2013, yang saat ini   sebagai Panwaslu pada Pemilwa FIS tahun ini, mengatakan bahwa untuk  mensosialisasikan proses Pemilwa dan para calon kandidat kepada mahasiswa FIS , pihak KPU sudah membuat baliho-baliho yang di pasang di lingkungan FIS  dengan harapan mahasiswa FIS mengetahui tahapan-tahapan Pemilwa dan mengenal lebih dekat dengan para calon kandidat, selain itu pihak KPU juga memanfaatkan sosial media untuk men share informasi-informasi yang terkait dengan Pemilwa. Kemudian saat ditanyai mengenai adanya pelanggaran para calon kandidat dalam berkampanye, Pranata mengatakan ada beberapa calon kandidat yang memang belum memahami secara pasti peraturan-peraturan kampanye yang di buat oleh KPU sehingga masih banyak ditemui pelanggaran-pelanggaran dari calon kandidat, seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu,  ada salah satu calon kandidat yang memasang spanduk kampanye di tempat yang dilarang oleh KPU, namun permasalahan itu segera di di tindak lanjuti oleh tim KPU dan Panwaslu.
        Untuk meminimalisir adanya golput dari mahasiswa dalam Pemilwa tahun ini,  KPU sudah membentuk tim SPTU yang nantinya akan mensosialisasikan dan membuat semacam propaganda mengajak mahasiswa FIS untuk menggunakan hak suaranya dalam agenda Pemilwa di setiap prodi masing-masing, ditambah dengan agenda sosialisasi melalu debat para calon kandidat yang bisa mendekatkan para calon kandidat dan bisa  menambah antusiasme mahasiswa FIS untuk menggunakan suaranya pada Pemilwa nanti.  Selain itu dirinya juga menambahkan bahwa keberadaan KPU masih independen dan netral tanpa ada campur tangan dari pihak manapun.
     Melihat situasi dan kondisi politik kampus menjelang Pemilwa di kampus merah ini, semua warga FIS seharusnya memiliki peran dan andil  dalam menciptakan iklim politik yang sehat, jujur, adil, dan bermartabat. Seluruh mahasiswa harus bersinergi dan memiliki awaraness,  untuk menyumbangkan suaranya dan memilih para  calon kandidat yang betul-betul bisa mewakili aspirasi mereka dan tentunya bisa memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di dalam kampus ini.